Melihat Candi Tertua Tanah Jawa di Kompleks Candi Arjuna Dieng

Candi Arjuna Dieng

Dataran Tinggi Dieng memiliki obyek wisata yang mempesona, terutama peninggalan sejarah yang berupa Candi. Kompleks Candi Arjuna adalah salah satunya. Konon pembangunan Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan beberapa candi kecil lain di Kompleks Candi Arjuna sudah ada jauh sebelum berdirinya Kerajaan Mataram Kuno. Berdasarkan catatan sejarah, Kompleks Candi Arjuna merupakan candi tertua di tanah Jawa. Diperkirakan kompleks candi ini dibangun pada awal abad ke-9 Masehi. Hal ini diperkuat dengan bukti penemuan sebuah prasasti dengan aksara jawa kuno pada sekitar tahun 731 Caka (tahun 809 masehi) dan menjadi prasasti tertua yang disimpan di Galeri Museum Nasional, Jakarta.

Pada awalnya Kompleks Candi Arjuna merupakan sebuah candi yang difungsikan sebagai tempat pemujaan bagi Dewa Syiwa, dewa teragung dalam kepercayaan umat Hindu yang terkenal dengan Trimurti (Syiwa, Wisnu, Brahma). Hal tersebut dapat dibuktikan dari relief ketiga Dewa Trimurti yang terpahat di dinding Candi Srikandi yang letaknya berada persis di sebelah utara Candi Arjuna. Kompleks Candi Arjuna sendiri terdiri dari lima bangunan candi yang berdiri di lahan seluas kurang lebih satu hektar. Kelima candi tersebut antara lain adalah Candi Arjuna sendiri sebagai candi utama, Candi Semar yang letaknya berhadapan langsung dengan candi utama. Kemudian berjajar berurutan hingga ke utara terdapat Candi Srikandi, Candi Sembadra, dan Candi Puntadewa.

Selain kelompok Arjuna, ada dua kelompok candi lagi dan satu kompleks yang memiliki benang merah berupa candi bernama tokoh pewayangan dalam kisah Mahabarata ini. Kelompok candi yang kedua adalah kelompok Gatutakaca yang terdiri dari lima candi, antara lain Candi Gatutkaca, Candi Setyaki, Candi Nakula dan Sadewa, serta Candi Gareng dan Petruk. Akan tetapi kelompok candi ini sekarang hanya menyisakan Candi Gatutakaca saja yang berdiri tak jauh dari kompleks Candi Arjuna. Candi Arjuna memiliki kesamaan corak relief dan arsitektur dengan Candi Bima yang berdiri nggak jauh dari Kompleks Candi Arjuna.

Keduanya lebih mirip dengan bangunan kuil India kuno dan diyakini didirikan lebih awal daripada candi-candi lainnya. Hal ini membuat kondisi kedua candi tersebut lebih rapuh dan rentan terhadap resiko runtuh atau rusak. Jadi sebagai wisatawan yang baik, Anda juga harus ikut menjaga kelestarian Candi Arjuna dengan tidak naik ke atasnya atau duduk dan membuang puntung rokok sembarangan. Jangan lupa bawa kamera buat mengabadikan semua kecantikan panorama Kompleks Candi Arjuna ini agar Anda bisa mengingat dan membawa pulang keindahan pesona Candi tertua di Tanah Jawa ini

Tiket masuk ke Kompleks Candi Arjuna Dieng ini sebesar Rp, 7.500 / orang untuk wisatawan domestik. Sedangkan Rp. 15.000,- / orang untuk wisatawan mancanegara. Rute menuju Kompleks Candi Arjuna ini relatif mudah. Jika Anda berangkat dari Yogyakarta langsung menuju ke Kota Wonosobo. Setelah sampau di kota Wonosobo lalu pilih rute ke Dieng. Nah dari sini akan ada banyak petunjuk menuju kompleks Candi Arjuna.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *