Panorama Kawah Vulkanik di Kawah Sikidang Dieng

Kawah Sikidang Dieng

Jika Anda penasaran dengan pesona kawah vulkanik yang memutih, namun enggan capek-capek mendaki gunung, Kawah Sikidang bisa menjadi alternatif wisata Anda. Dataran tinggi Dieng merupakan gunung berapi raksasa dengan berbagai telaga-telaga dan kawah-kawah letusan yang masih aktif. Kawah-kawah yang masih aktif pun memberikan daya tarik sendiri seperti halnya Kawah Sikidang. Selain kisah yang unik, jika Anda berwisata ke Kawah Sikidang, Anda juga dapat melihat anak-anak asli Dieng yang berambut gimbal. Konon katanya, anak-anak ini merupakan keturunan Ratu Dewi Shinta. Pada saat Dieng Culture Festival, anak-anak ini secara tradisi mengikuti ritual pemotongan rambut dan ruwatan.

Kawah Sikidang statusnya masih aktif dan mengandung lumpur vulkanik yang meletup-letup dan gas beracun yang mengepul berbentuk asap putih pekat. Selain masih aktif, kawah ini juga menyuguhkan fenomena yang tidak biasa. Dalam waktu 4 tahun sekali, kolam Kawah Sikidang akan berpindah-pindah atau seolah-olah melompat dalam satu kawasan, seperti halnya karakter hewan kidang (rusa) yang berarti suka melompat. Fenomena ini jugalah yang melatarbelakangi penamaan objek wisata unik ini.

Jika anda berkunjung ke kawah ini, jangan heran jika Anda mencium bau gas yang begitu menyengat. Seperti kawah-kawah lainnya, Kawah Sikidang juga memiliki kandungan sulfur atau belerang, serta kandungan zat-zat mineral lainnya. Tanah disekitar kawah ini memutih karena kandungan sulfurnya. Anda juga dapat melihat tanah tandus yang bewarna keputihan serta pohon-pohon yang telah mati di sekitar Kawah Sikidang. Sungguh pemandangan luar biasa.

Saat berkunjung ke Kawah Sikidang dalam paket tour Dieng, anda akan menjumpai beberapa penduduk lokal menjual batu belerang untuk para wisatawan. Selain bisa sebagai hiasan dan oleh-oleh, batu belerang yang asal muasalnya dari perut bumi ini terkenal memiliki khasiat dan manfaat bagi kesehatan. Menurut beberapa sumber, dikarenakan kandungan mineralnya yang tinggi, air dari endapan belerang (sulfur) dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit! Selain itu, air dari endapan belerang juga bisa menghilangkan pegal-pegal, rematik, serta digunakan untuk relaksasi. Di Kawah Sikidang ini, Anda dapat menyewa kuda tunggangan milik masyarakat lokal. Pemilik kuda juga dapat membimbing serta menemani anda berkililing kawah dengan menggunakan kuda mereka dengan biaya Rp. 15.000/orang. Selain itu Anda juga bisa berfoto dengan burung hantu milik masyarakat sekitar yang menyewakannya seharga Rp. 15.000/orang untuk berfoto.

Rute menuju Kawah Sikidang dari Yogyakarta, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi menuju Kota Wonosobo menuju Dieng. Kawah Sikidang ini letaknya tak jauh dari Candi Arjuna dan Candi Bima, biasanya pun wisatawan berkunjung ke Kawah Sikidang setelah menikmati panorama Candi Arjuna dan Candi Bima. Tiket masuh ke Kawah Sikidang seharga Rp. 7.500/orang untuk wisatawan domestik dan 15.000 /orang untuk wisatawan mancanegara. Failitas di sini sudah lengkap yaitu toilet, mushola, warung makan, toko souvenir, tempat parkir yang luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *